Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai

Refleksi dari Pesan Singkat di Hari Perempuan

Gambar
Saat hendak mematikan data internet, satu pesan masuk melalui aplikasi Instagram. Aku cukup terkejut, terlebih melihat siapa pengirim pesan tersebut. Salah seorang rekan atau lebih tepatnya mentor fellowship pertengahan tahun lalu.  "Selamat merayakan dan memaknai hari perempuan, Amal. Semoga hal-hal baik terus tumbuh melingkupi hidup begitu pun dengan mekarnya keadilan di setiap hari-hari yang dijelang, ya!" Aku membacanya pelan dan berulang kali. Memastikan lagi apakah pesan itu benar-benar untukku, atau memang ada kekeliruan, tapi ada namaku di sana. Rasanya speechless , aku tidak bisa berkata-kata. Aku terharu sambil memikirkan, "Masih ada, ya, orang yang menyampaikan pesan seperti ini. Baik sekali."  Seusai membaca lagi dengan kondisi lebih tenang, aku merasa seperti dipukpuk. Lega sekali. Aku sadar, ucapan-ucapan semacam itu memang jarang sekali kudapatkan. Kalau diingat-ingat lagi, tentang ucap-mengucapkan atau mengingat suatu perayaan adalah mengucapkan ula...

[ESAI] MEMBACA BUKU SEBAGAI TEMAN MENGENAL DIRI

Gambar
  "There is no friend as loyal as a book."  —Ernest Hemingway Satu paket buku yang masih terbungkus kertas warna merah dengan tulisan berbahasa Inggris. Ernest Hemingway . Aku sering mendengar nama itu, namun, belum berkesempatan untuk membaca karya-karyanya. Perlahan tapi pasti, satu paket buku itu kubuka. Aku tidak tega jika harus merobek kertas pembungkus tersebut secara sembarangan. Aku ingin menyimpan per bagian ini! Kalimat dalam bahasa Inggris itu terus kuulang. There is no friend as loyal as a book. Pikiranku menjadi berlarian, memunculkan beberapa pertanyaan. Mengapa Ernest Hemingway menulis kalimat itu? Apa sebab-sebab dia menuliskan itu? Seperti apa kehidupannya? Keluarga atau lingkungan pertemanan? Bagaimana dengan kesedihan yang dialaminya? Kekecewaan atau kesenangan? Apakah jadwal sehari-harinya padat atau melamun sepanjang hari? Apakah dia menulis? Tentu saja dia menulis! Lalu buku-buku apa yang sudah dibaca sepanjang hidupnya? Ah, kepalaku. Aku bergegas mem...

[ESAI] KESEHATAN MENTAL DAN LITERASI: MEMBIASAKAN DIRI MEMBACA DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Gambar
Perkenalkan namaku Sunyi. Teman-teman menganggapku pendiam. Mungkin karena ketika tak larut dalam ramai, aku bisa bertemu dan mengenal diriku sendiri. * Bertambah hari sepertinya kita semakin sibuk saja, mengerjakan ini-itu, mengejar sana-sini, menengok kanan-kiri, mendongak dan menunduk, seperti mencari sesuatu, atau hal-hal lainnya. Sampai di tengah keramaian bahkan sepi sekaligus, kita tak henti-hentinya untuk terus melaju. Apa tidak lelah? Lalu bagaimana dengan keadaan dirimu? Sesuatu yang tanpa kita sadari sudah ada, sudah kita miliki, dan sangat dekat sekali dengan diri sendiri. Mengutip dari buku Mengheningkan Cinta karya Adjie Santosoputro di paragraf awal berhasil menumbuhkan sesuatu di kepala saya. Saya tidak dapat memastikan berapa banyak orang yang usai membaca buku ini merasa tertampar, merenung, atau respon-respon lainnya. Namun, ada saja argumen-argumen sekaligus beberapa pertanyaan dan pernyataan saling berdesakan dan segera ingin bertemu dengan jawaban. Namun, hal...

TANGAN-TANGAN SURGA

Gambar
Kau pernah melihat malaikat? Sepertinya tidak. Karena penggambaran malaikat selama ini adalah memiliki sayap, putih, dan besar. Tetapi, kurasa kau pernah melihatnya, malaikat dalam bentuk lain yang sengaja Tuhan ciptakan untukmu, malaikat tanpa sayap yang kini tengah berjuang demi masa depanmu. Aku senang menyebutnya sebagai malaikat tanpa sayap. Kurasa kau sependapat denganku akan hal ini. Karenanya adalah perwakilan Tuhan di muka bumi ini untuk menjaga serta merawat hingga menjadikanmu bermanfaat bagi sesama di sepanjang hidup yang kau jalani. Karenanya lagi adalah tangan-tangan Tuhan yang sengaja diciptakan untuk mendidikmu hingga menjadi baik dan senantiasa menebar kebaikan seperti yang ia lakukan padamu sejak lama. Malaikat tanpa sayap itu adalah kedua orangtuamu, yang hingga detik ini merawat serta mendoakanmu selalu tanpa henti. Di sepanjang langkahnya selalu tersematkan namamu. Karena baginya, kau adalah harta yang tak dapat ditukar dengan nominal, apalagi selembar kertas t...

DARI OBROLAN TURUN KE HATI

Gambar
  “Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta .” (Najwa Shihab) Ketika pertama kali membaca kutipan itu pada salah satu konten toko buku online di instagram, saya mulai berpikir ulang dan bertanya-tanya tentang satu buku yang berhasil membawa sampai ke titik ini. Buku apa dan siapa penulisnya, ya? Saat itu masih di bangku sekolah menengah pertama, satu buku berjenis novel dari penulis Semarang yang sempat menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Iya, novel Ketika Cinta Bertasbih-nya Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik. Saya banyak terkejutnya ketika tahu dalam novelnya ada latar tempat di kecamatan tempat tinggal. Sangat menakjubkan! Novel ini best-seller, lho, nggak main-main! dan semakin kagum ketika membaca profil Kang Abik di bagian akhir halaman, tertulis pernah nyantri di salah satu pondok pesantren di Mranggen, Demak. Lho, tetangga kecamatan! Saya ingat, saat itu dalam diri saya, meresponnya dengan heboh....

MENDENGAR CERITAMU HARI INI

Gambar
  Hari ini sudah menjadi pendengar yang baik, setidaknya untuk diri sendiri? Setahun terakhir, pertanyaan itu sering berdesakan di kepala, seolah meminta saya untuk lekas menjawab: ya, sudah . Nyatanya pertanyaan itu malah bolak-balik berdesakan di pikiran, memberi pertanyaan dan melemparkan kembali pertanyaan itu. Setelahnya, saya merasa lelah dan mager. Orang-orang juga demikian. Di kepalanya penuh dengan berbagai pertanyaan, belum lagi masalah-masalah dan harus dihadapi, atau hal lainnya yang selalu memenuhi kepala. Pusing? Iya, pusing. Berat? Iya memang berat. Kalau dalam film NKCTHI bilang, “sabar satu per satu.” Benar juga, yang terjadi ada jalan keluar. Namun, tidak semua jalan keluar langsung muncul di hadapan, ada yang harus dicari dulu sampai muter-muter [1] , ada juga yang sudah berkeliling eh malah jalan keluar sudah ada di depan mata. Setelah masalah satu selesai, masalah lain juga datang. Kroyokan [2] . Tenang, bukan kamu aja, kok . Kalau kata Mas Iid di bukuny...

[ESAI] TEMPAT TINGGAL AIR

Gambar
Coba ceritakan tentang sesuatu yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar kata air? Pertanyaan itu akan menggiring ke suatu hal berkaitan dengan air, biasanya dekat dengan pengalaman, fenomena disekitar, atau aktivitas sehari-hari. Begitu juga dengan saya, ketika mendengar kata air , setidaknya muncul ingatan terkait itu, beberapa diantaranya adalah ungkapan dari Ibu Guru PAI sewaktu SMP dan air yang ada dalam diri manusia. “Air itu jujur.” ucap Ibu Guru PAI saat itu. Saya kira pelajaran agama hanya seputar fiqih, akhlak, atau ketauhidan. Penjelasan materi agama hari itu seperti berjalan jauh sampai sekarang. Bagaimana tidak, sampai di hari ini, saya menyadari sesuatu, salah satunya ungkapan beliau tentang air itu jujur . “Air akan mengalir dari tempat tinggi menuju rendah.” lanjut beliau, “air juga akan menempati ruang yang kosong dan celah-celah yang rendah, karena air tau di mana tempat akan tinggal.” Bertahun-tahun usai hari itu berlalu, pikiran saya penuh ketika mendenga...