Postingan

[Saat Kita Cerita Nanti] Grounding dan Ingatan-ingatan Masa Kecil

Gambar
Seusai menutup 99 Wisdom karya Gobin Vasdev di tahun 2023, beberapa hal yang pernah terlewati dari masa lampau muncul ke permukaan secara perlahan. Bukan terkait pengalaman menyakitkan atau traumatis, namun, lebih ke ingatan-ingatan yang pernah dilakukan di masa anak-anak. Misalnya hujan-hujanan dan nyeker. Kamu pernah melakukannya juga? Aku ingat terkhusus bagian itu. Di tahun-tahun yang beban hanya memikirkan nilai matematika, aku sering bermain tanpa menggunakan alas kaki alias nyeker. Halaman rumah juga cukup luas untuk menampung pasir-pasir, tanah-tanah, rumput-rumput sebagai pijakan. Satu sudut dekat tembok tinggi tumbuh bunga-bunga nusa indah. Cukup menyenangkan sebagai arena bermain-main. Kaki-kakiku yang tanpa menggunakan sandal saat itu juga tak merasakan sakit. Bahkan, ketika mengambah kerikil-kerikil dan batu-batuan. Cukup lama sekali setelah kebiasaan masa kecil itu berlalu. Aku tidak pernah melakukannya. Namun, kapan lalu, diingatkan lagi untuk mencoba dengan sengaja. Te...

[CERPEN] BELAJAR MEMBATIK

Gambar
  “Aduh! Bagaimana nih, Lia? Aku gak bisa!” teriak Nana sambil membawa kain berwarna putih polos dan pensil ke arah Lia. “Nana, kamu kan belum menggambar pola untuk batik, kenapa kamu jadi bingung?” balas Lia yang sedang membuat pola untuk batik. “Iya, sih, aku belum buat polanya, tapi, ajari aku buat, ya? Plis!” “Huh.” Lia menghela napas. “Nana gak bisa buat polanya?” balas Lia agak heran. “Betul. Ada dua alasan aku gak bisa. Pertama, aku bingung mau duduk di mana dan kedya gambarku jelek. Aku gak percaya diri.” jelas Nana dengan nada yang lebih tenang. “Oh begitu. Kalau masalah tempat duduk, kamu bisa duduk di sini.” jawab Lia menunjuk satu tempat kosong di sampingnya. Nana tampak menghela napas lega. “Tapi, Lia, bukannya itu tempat Rahma, ya?” tanya Nana mencoba mengingat-ingat posisi duduk. “Ah, tidak apa. Rahma sudah duduk di barisan depan. Kalau soal gambar, kamu bisa menyalin pola yang sudah ada, Na.” Terang Lia lagi. “Oh, begitu. Oke, deh.” sahut Nana mulai ...

[SAAT KITA CERITA NANTI] MENGHITUNG POHON-POHON

Gambar
  “Kita akan ke kota, tapi lewat jalan yang belum pernah kau lewati, ya.” Katamu tanpa melirik ke arah spion motor. Kamu memilih fokus pada jalan. Iya aku tahu, seorang pengendara sepeda motor jangan diganggu ketika sedang menyetir, bisa-bisa terjadi hal-hal merugikan. “Tenang, kita tetap lewat jalan raya.” Katamu lagi sedikit menenangkan. Motor matik kesayanganmu terus melaju. Udara panas yang ditimbulkan karena sinar matahari lebih terik dari biasanya.  “Kamu tak akan menemukan pohon subur dan lebat di sepanjang jalan ini.” Katamu melirik kearah spion. Aku menggeleng untuk tidak percaya. Mana mungkin di jalan raya utama yang sebagai jalur utama transportasi darat tak ada pohon yang tumbuh subur sedikit pun? Kamu pasti berbohong! Pikirku. Nahas, sanggahanku telah kamu tebak dengan mudah melalui helaan napas panjang yang terdengar sangat resah. “Kalau tidak percaya kamu amati saja.” Ucapmu tak lama kemudian. Aku terdiam. Kamu selalu saja seperti itu. Mengetahui hal-hal yang se...