[Saat Kita Cerita Nanti] Malam Pergantian Tahun dan Aku Memilih Tidur
November lalu, aku menulis tentang momen pergantian tahun 2024 ke 2025. Aku benar-benar bisa terjaga sampai jarum jam menunjuk angka satu. Suatu hal yang jarang sekali kulakukan kecuali ada tugas yang harus dikerjakan secepatnya. Menjelang akhir Desember, aku tidak punya rencana apa-apa. Wishlist-wishlist yang ada di kepalaku juga masih sama. Berubah sedikit, sih. Tapi, perihal terjaga sampai pergantian hari sepertinya nihil. Aku tak punya semangat apa-apa selain ingin segera merebahkan tubuh di kasur. Aku sempat memikirkan, “Secapek apa hidupku sampai keinginan tidur lebih cepat dari apapun?” Pertanyaan yang lucu. Sebelum tidur sempat terlintas, hal-hal apa yang sudah kulakukan dalam satu tahun. Banyak dan tidak banyak. Berarti dan tidak berarti. Ah, seketika ingat wejangan Mas Adjie Santosoputro untuk mengurangi hal-hal labeling pada diri yang datang dan pergi, seperti emosi positif dan negatif. Aku memikirkan ulang, sepertinya cukup banyak dari tahun-tahun yang lalu, dar...