Postingan

[SAAT KITA CERITA NANTI] MENGHITUNG POHON

Gambar
Jalan mana yang berhasil membuatmu berpikir lama? Aku beri pilihan; jalan yang di kanan dan kirinya terdapat banyak gedung bertingkat, jalan yang di kanan kirinya banyak tumbuhan liar alias hutan, jalan yang di kanan kirinya adalah pemukiman dan ruko-ruko, jalan yang kanan kirinya dipenuhi lapangan luas tak berhuni, jalan yang kanan kirinya di penuhi pemukiman tanpa satu pun tumbuhan hijau yang tumbuh di sana, atau kamu ingin menyebutkan versimu? Aku tak akan membatasimu untuk berpikir mengenai ini, hanya saja, akan kulanjutkan cerita, dengarkan dahulu, selanjutnya kamu boleh bercerita padaku. Apa saja, silakan. Bagiku dari banyak pilihan yang kusebutkan yang paling berhasil membuat berpikir lama bahkan bercabang sampai masa depan adalah jalan yang kanan kirinya di penuhi pemukiman tanpa satu pun tumbuhan hijau yang tumbuh di sana. Aku tahu, dalam benakmu kini, kamu melemparkan berjuta tanya padaku. Sebentar, kita hela napas dahulu. Setiap hari, bisa dikatakan aku selalu melintasi jala...

[SAAT KITA CERITA NANTI] 2025 SEGERA BERAKHIR! BAGAIMANA DENGAN WISHLIST?

Gambar
  Akhir Desember 2024, aku sengaja mengusahakan diri untuk terjaga. Ada keinginan melihat kembang api pergantian tahun dari samping rumah. Benar saja, apa yang kuusahakan malam menjelang dini hari itu tersampai. Aku tidak memejamkan mata sampai jam menunjuk angka satu. Berbatasan langsung dengan tambak-tambak ikan dan beberapa pohon bakau yang mati-matian bertahan, aku mulai menatap sekeliling. Gelap. Wajar saja, karena memang tambak-tambak ikan tidak memiliki penerangan, kecuali yang dekat dengan jalan desa. Jauh di seberang, rumah-rumah terlihat berderetan, satu mustaka masjid tampak lebih tinggi, dan hanya saja menyisakan lampu-lampu satu atau dua yang menyala selain lampu jalanan. Hujan sejak jam sepuluh malam berangsur reda. Malam pergantian tahun mulai terasa. Aku memikirkan apa saja yang akan kulakukan di tahun dua-ribu-dua-lima nanti. Besok banget? Haha. Paling menikmati liburan seusai merampungkan tulisan-tulisan itu . Aku harus mencari ide lagi untuk materi tulisan. ...

[SAAT KITA CERITA NANTI] MENEPI DI MINIMARKET DAN SEPERANGKAT OBROLAN ACAK

Gambar
  Sore itu, aku bersama seorang teman memilih duduk di emperan minimarket. Bukan karena telah melakukan perjalanan panjang menempuh jalan pantura, tetapi, cukup lelah berinteraksi di dalam Ventura yang ternyata menemui cukup banyak persona. Aku terkekeh sembari melihat ke seberang jalan. Gerobak bertuliskan cilok, cilor, dan batagor . “Bagaimana kalau tambah beli jajan itu?” tanyaku.  Na, sapaan samaran yang sengaja kutulis di sini, melihat ke arahku, lalu tersenyum, “Kamu bisa baca pikiranku, Kak?” Aku tertawa, “Emang apa isi pikiranmu?” tanyaku penasaran. “Sepertinya kalo ditambah beli jajan itu, enak.” Kami tertawa lagi. “Cilor lima-ribuan , dua, ya, Mas.” Selanjutnya, sudah bisa ditebak sedikit. Kami kembali menepi, memilih duduk di emperan minimarket seperti yang kutulis di paragraf pembuka cerita kali ini, menunggu kiriman cilor matang, memperhatikan orang-orang lalu lalang di depan sekaligus jalan raya yang ada tak jauh dari hadapan kami. Sepasang mataku sesekali meliha...