[Saat Kita Cerita Nanti] Grounding dan Ingatan-ingatan Masa Kecil

Seusai menutup 99 Wisdom karya Gobin Vasdev di tahun 2023, beberapa hal yang pernah terlewati dari masa lampau muncul ke permukaan secara perlahan. Bukan terkait pengalaman menyakitkan atau traumatis, namun, lebih ke ingatan-ingatan yang pernah dilakukan di masa anak-anak. Misalnya hujan-hujanan dan nyeker. Kamu pernah melakukannya juga?

Aku ingat terkhusus bagian itu. Di tahun-tahun yang beban hanya memikirkan nilai matematika, aku sering bermain tanpa menggunakan alas kaki alias nyeker. Halaman rumah juga cukup luas untuk menampung pasir-pasir, tanah-tanah, rumput-rumput sebagai pijakan. Satu sudut dekat tembok tinggi tumbuh bunga-bunga nusa indah. Cukup menyenangkan sebagai arena bermain-main. Kaki-kakiku yang tanpa menggunakan sandal saat itu juga tak merasakan sakit. Bahkan, ketika mengambah kerikil-kerikil dan batu-batuan.

Cukup lama sekali setelah kebiasaan masa kecil itu berlalu. Aku tidak pernah melakukannya. Namun, kapan lalu, diingatkan lagi untuk mencoba dengan sengaja. Tentu saja proses tersebut tidak instan, minimal mengumpulkan keberanian melakukan 'nyeker' di era beragam model alas kaki. Sedikit khawatir dianggap ketinggalan oleh beberapa orang. Tapi, toh, Gobind Vasdev melakukannya. Pikirku singkat.

Tidak sesering itu. Tetapi, beberapa kali meluangkan waktu dan jika memungkinkan untuk melepas alas kaki. Seorang teman pernah bertanya, "Apa tidak sakit?" Tentu saja sakit. Bahkan, beberapa kali digigit semut-semut ketjil sampai kepanasan ketika cuaca terik. Tapi, lebih dari itu, bisa merasakan rupa-rupa pasir, lumpur, dan kerikil, batu-batuan, rumput-rumputan, atau hal-hal lain yang kutemui di jalan. Selebihnya, membantu proses penguraian stres sekaligus menghubungkan elektron bumi ke tubuh. Cukup melegakan.

Komentar