Postingan

[CERPEN] HUJAN YANG MEMILIH JATUH DI MATA KAMI

Gambar
  Air hujan jatuh berdesakan, berdutun-duyun, dan bergerombol dari langit. Butirnya tak terhingga. Namun, memilih jatuh tepat di mata kami. *** Deg! Tiba-tiba ingatan itu kembali berputar. Tentang luka yang menjalar menjadi kesakitan bersama. Ingatan pahit yang tak ingin terulang lagi. Hujan di luar masih bertahan. Deras. Padahal dalam kalender klimatologi, bulan sudah memasuki musim kemarau. Ah, tidak, seharusnya kemarau sudah datang dua minggu yang lalu. Aku memilih berdiam di dalam rumah, mengurung diri di kamar, dan tak lupa untuk mengunci rapat-rapat. Bukan karena tidak ingin berbicara dengan orang lain, tetapi aku lakukan untuk menjaga diri; dari luka yang belum sembuh. Hujan masih bertahan, sedangkan dalam kepalaku masih riuh dengan perdebatan. Riuh sekali. Pembelaan atas diri yang tidak penting. Mereka saling berdesakan dan memarahiku. “Tidak! Aku tidak takut dengan hal itu!” elakku pada diri. Nahas, hujan di luar semakin deras, sederas pendapat dan pengelak...

[ESAI] MEMBACA BUKU SEBAGAI TEMAN MENGENAL DIRI

Gambar
  "There is no friend as loyal as a book."  —Ernest Hemingway Satu paket buku yang masih terbungkus kertas warna merah dengan tulisan berbahasa Inggris. Ernest Hemingway . Aku sering mendengar nama itu, namun, belum berkesempatan untuk membaca karya-karyanya. Perlahan tapi pasti, satu paket buku itu kubuka. Aku tidak tega jika harus merobek kertas pembungkus tersebut secara sembarangan. Aku ingin menyimpan per bagian ini! Kalimat dalam bahasa Inggris itu terus kuulang. There is no friend as loyal as a book. Pikiranku menjadi berlarian, memunculkan beberapa pertanyaan. Mengapa Ernest Hemingway menulis kalimat itu? Apa sebab-sebab dia menuliskan itu? Seperti apa kehidupannya? Keluarga atau lingkungan pertemanan? Bagaimana dengan kesedihan yang dialaminya? Kekecewaan atau kesenangan? Apakah jadwal sehari-harinya padat atau melamun sepanjang hari? Apakah dia menulis? Tentu saja dia menulis! Lalu buku-buku apa yang sudah dibaca sepanjang hidupnya? Ah, kepalaku. Aku bergegas mem...

[CERPEN] AKTIVITAS PONSEL BAGUS SORE INI

Gambar
  Saya ingat yang ramai dibicarakan orang-orang dalam media sosial setahun terakhir, tentang ponsel berkamera bulat yang mirip dengan kamera sungguhan. Orang-orang menginginkan ponsel itu, mereka berbondong-bondong membeli bahkan rela meminjam uang ke orang tak dikenal. Saya takjub sekali sekaligus bertanya-tanya, sebagus apa kamera dari ponsel itu? Saya kira pertanyaan dalam kepala hanya itu saja, tetapi, pertanyaan-pertanyaan lain perlahan muncul di atas kepala. Ponsel berkamera bulat seperti kamera sungguhan itu apakah benar akan menghasilkan foto bagus sekaligus? Saya tidak percaya. Toh, pasalnya saya mendapati beberapa komentar teman dari media sosial yang mengatakan, mereka tidak percaya diri memotret dengan ponsel sekalipun dengan ponsel berkamera bulat seperti kamera betulan itu. Saya jadi kebingungan, pendapat yang manakah yang benar? Saya tidak tahu. *** Ada ponsel berkamera bulat seperti kamera sungguhan tergeletak di meja panjang ruang tamu. Saya melihat-lihat sek...