[SAAT KITA CERITA NANTI] MENGHITUNG POHON-POHON
“Kita akan ke kota, tapi lewat jalan yang belum pernah kau lewati, ya.” Katamu tanpa melirik ke arah spion motor. Kamu memilih fokus pada jalan. Iya aku tahu, seorang pengendara sepeda motor jangan diganggu ketika sedang menyetir, bisa-bisa terjadi hal-hal merugikan. “Tenang, kita tetap lewat jalan raya.” Katamu lagi sedikit menenangkan. Motor matik kesayanganmu terus melaju. Udara panas yang ditimbulkan karena sinar matahari lebih terik dari biasanya. “Kamu tak akan menemukan pohon subur dan lebat di sepanjang jalan ini.” Katamu melirik kearah spion. Aku menggeleng untuk tidak percaya. Mana mungkin di jalan raya utama yang sebagai jalur utama transportasi darat tak ada pohon yang tumbuh subur sedikit pun? Kamu pasti berbohong! Pikirku. Nahas, sanggahanku telah kamu tebak dengan mudah melalui helaan napas panjang yang terdengar sangat resah. “Kalau tidak percaya kamu amati saja.” Ucapmu tak lama kemudian. Aku terdiam. Kamu selalu saja seperti itu. Mengetahui hal-hal yang se...