Postingan

[SAAT KITA CERITA NANTI] MENGHITUNG POHON-POHON

Gambar
  “Kita akan ke kota, tapi lewat jalan yang belum pernah kau lewati, ya.” Katamu tanpa melirik ke arah spion motor. Kamu memilih fokus pada jalan. Iya aku tahu, seorang pengendara sepeda motor jangan diganggu ketika sedang menyetir, bisa-bisa terjadi hal-hal merugikan. “Tenang, kita tetap lewat jalan raya.” Katamu lagi sedikit menenangkan. Motor matik kesayanganmu terus melaju. Udara panas yang ditimbulkan karena sinar matahari lebih terik dari biasanya.  “Kamu tak akan menemukan pohon subur dan lebat di sepanjang jalan ini.” Katamu melirik kearah spion. Aku menggeleng untuk tidak percaya. Mana mungkin di jalan raya utama yang sebagai jalur utama transportasi darat tak ada pohon yang tumbuh subur sedikit pun? Kamu pasti berbohong! Pikirku. Nahas, sanggahanku telah kamu tebak dengan mudah melalui helaan napas panjang yang terdengar sangat resah. “Kalau tidak percaya kamu amati saja.” Ucapmu tak lama kemudian. Aku terdiam. Kamu selalu saja seperti itu. Mengetahui hal-hal yang se...

[SAAT KITA CERITA NANTI] MENGHITUNG POHON

Gambar
Jalan mana yang berhasil membuatmu berpikir lama? Aku beri pilihan; jalan yang di kanan dan kirinya terdapat banyak gedung bertingkat, jalan yang di kanan kirinya banyak tumbuhan liar alias hutan, jalan yang di kanan kirinya adalah pemukiman dan ruko-ruko, jalan yang kanan kirinya dipenuhi lapangan luas tak berhuni, jalan yang kanan kirinya di penuhi pemukiman tanpa satu pun tumbuhan hijau yang tumbuh di sana, atau kamu ingin menyebutkan versimu? Aku tak akan membatasimu untuk berpikir mengenai ini, hanya saja, akan kulanjutkan cerita, dengarkan dahulu, selanjutnya kamu boleh bercerita padaku. Apa saja, silakan. Bagiku dari banyak pilihan yang kusebutkan yang paling berhasil membuat berpikir lama bahkan bercabang sampai masa depan adalah jalan yang kanan kirinya di penuhi pemukiman tanpa satu pun tumbuhan hijau yang tumbuh di sana. Aku tahu, dalam benakmu kini, kamu melemparkan berjuta tanya padaku. Sebentar, kita hela napas dahulu. Setiap hari, bisa dikatakan aku selalu melintasi jala...

[SAAT KITA CERITA NANTI] 2025 SEGERA BERAKHIR! BAGAIMANA DENGAN WISHLIST?

Gambar
  Akhir Desember 2024, aku sengaja mengusahakan diri untuk terjaga. Ada keinginan melihat kembang api pergantian tahun dari samping rumah. Benar saja, apa yang kuusahakan malam menjelang dini hari itu tersampai. Aku tidak memejamkan mata sampai jam menunjuk angka satu. Berbatasan langsung dengan tambak-tambak ikan dan beberapa pohon bakau yang mati-matian bertahan, aku mulai menatap sekeliling. Gelap. Wajar saja, karena memang tambak-tambak ikan tidak memiliki penerangan, kecuali yang dekat dengan jalan desa. Jauh di seberang, rumah-rumah terlihat berderetan, satu mustaka masjid tampak lebih tinggi, dan hanya saja menyisakan lampu-lampu satu atau dua yang menyala selain lampu jalanan. Hujan sejak jam sepuluh malam berangsur reda. Malam pergantian tahun mulai terasa. Aku memikirkan apa saja yang akan kulakukan di tahun dua-ribu-dua-lima nanti. Besok banget? Haha. Paling menikmati liburan seusai merampungkan tulisan-tulisan itu . Aku harus mencari ide lagi untuk materi tulisan. ...