[Saat Kita Cerita Nanti] 7 Tahun Aku Menyukaimu
Kamu tahu, angka 7 adalah angka favoritku. Angka yang cukup sakral. Kalau kamu tahu lagi, username Instagram juga menggunakan akhiran angka tujuh, dan persis 2026 adalah tujuh tahun dari tahun 2019 lalu. Lama sekali atau tidak terasa sama sekali? Jangan bilang dan berucap sambil tertawa, “Ternyata cepat sekali tujuh tahun lalu, ya, Mal.”
Tidak, itu sangat lama. Mungkin jika diperbolehkan self-diagnosis akan ada kemungkinan-kemungkinan depresi. Hanya saja itu tidak kulakukan, karena diri ini cukup sadar bahwa diagnosis-diagnosis kesehatan mental dan fisik hanya diperbolehkan oleh profesional; dokter, psikiater, psikolog. Dan sampai aku menulis bagian ini; aku belum melakukan konseling. Tidak apa, tapi, pasti diwaktu dan budget yang tepat destinasi mengunjungi poli kejiwaan masuk dalam rencana terbesarku. Aku sungguh ingin menyayangi diriku.
Hai! Kamu apa kabar? Masih ingat dengan cara-cara sederhana pertemuan kita? Tunggu, kita? Kalau pertanyaan ini kuajukan di tahun 2020, kamu pasti akan bercerita panjang, lebar, dan mungkin dibarengi dengan tawa khasmu. Tentang bagaimana botol mineral yang kamu tawarkan kepadaku, sedangkan aku sudah membawanya dari rumah. Ah, kamu tidak melihat betapa lengkap isi tas ranselku saat itu. Atau saat dikerumunan orang-orang dan kamu menemukan dan menyapaku, “Mal, ayo ke sana bareng!” Mungkin juga tentang bagaimana kehadiranmu yang tidak banyak bicara berhasil membuatku sedikit tenang ditengah desakan deadline dan benturan emosi orang-orang, “Ada aku di sini, di dekatmu.”
Ah, sial. Sesederhana itu.
Kamu ingat part yang mana? Jangan-jangan ada bagian-bagian yang tidak kuingat tapi sangat jelas dalam ingatanmu? Pasti lucu. Pesanku hal-hal itu tidak perlu kamu ceritakan, cukup simpan dan kenang sendiri, seperti aku dalam mengenang cerita-cerita yang pernah terjadi tujuh tahun lalu. Tapi, semoga dan lebih baik, kamu sudah lupa, karena cukup menjengkelkan mengingat dan mengenang kenangan dengan seseorang yang tidak lagi bersama.
Saat Kita Cerita Nanti bagian ini, sengaja sekali kuunggah di hari dan bulan ini, 7 Agustus 2026. Aku memikirkan berulang kali, karena kisah ini sunggung bersinggungan dengan seseorang yang hampir berjalan beriringan. Aku tidak excited sendirian dan untuk pertama kali hampir merasakan bahwa jika diusahakan bersama-sama akan lebih mudah dan menyenangkan.
“Tipe laki-laki favoritmu seperti apa?”
“Jika ada yang sayang sama kamu bagaimana?”
Rasanya seperti terbang, mungkin istilah sekarang adalah aku di fase butterfly era.
“Nama panggilan apa yang akan kamu pilih nanti, Mal?”
Aku ingat betapa canggung dan saltingnya diri ketika mendapati pertanyaan-pertanyaan itu. Lucu. Mungkin kamu juga menyadarinya saat itu.
“Kamu mau menungguku?”
“Ayo, kita jalan.”
Ah, sial. Lucu lagi.
Duh, satu halaman juga. Tulisan ini buat kamu, ya? Tidak. Ah, aku menyangkal lagi. Janji, ini yang terakhir sebagai orang yang pernah berjalan di jalan yang sama dan menyukaimu. Aku tebak, kamu tidak akan membacanya. Tapi, jika suatu waktu kamu membacanya tanpa sengaja. Tidak apa. Cukup berhenti di kamu dan tidak perlu ada kisah selanjutnya. Semua part telah selesai. Maafkan aku yang tidak bisa seterus terang itu di tujuh tahun lalu. Cukup.
Mungkin bagian ini akan terasa lebih panjang dan mengalami penambahan atau pengurangan sekaligus. Tidak mudah, ya. Trial error. Ternyata waktu terus berjalan dan cerita-cerita yang ada aku dan kamu di dalamnya telah berhenti lama. Mungkin masing-masing di dalam diri masih menyisakan ruang, tapi, semoga, hal-hal semacam itu tidak mengganggu masing-masing keputusan dan hidup saat ini, ya.
Selepas melewati masa berat saat Covid 19 dan fase-fase berat lain, telah mengajarkan banyak hal. Lagi-lagi tidak mudah, trial error. Aku melalui cerita bagian ini menutup 7 tahun menyukaimu dengan paling lapang, semoga penuh ikhlas dan tumbuh beragam bunga-bunga.
Tanpa menyebut namamu lagi disela-sela takut, di antara sepi dan khawatir, atau mengingat dengan cepat saat kabar-kabar menyenangkan datang. Cerita tentang kamu sudah selesai. Cukup persis seperti dalam mimpi pada tahun 2023, bahkan di kedalaman mimpiku.

Komentar
Posting Komentar