[SAAT KITA CERITA NANTI] 2021


Apakah ada yang kangen tulisanku? Haha, duh, percaya diri sekali, ya. Aku juga tidak tahu, sejak awal menulis sampai saat ini membiasakan menulis, apakah ada orang yang menunggu atau senang dengan tulisanku? Haha, entahlah. Aku tidak tahu. Selain itu, juga kurang ngeh. Parahhh. Tapi, aku senang jika ada yang membaca tulisanku. Entah, bagaimana respon mereka, aku akan tetap senang. Terima kasih, ya, sudah membaca tulisan yang aku rasa absurd itu. Hehe.

Hampir dua tahun atau mendekati dua tahun, aku jarang menulis, terutama cerpen. Kalau tidak salah, aku memutuskan untuk mengurangi menulis cerpen sejak kesibukan di semester enam sampai saat ini. Wkwk. Lama sekali, ya? Sebenarnya juga ada rasa kangen untuk kembali menulis cerpen, tapi, tidak memungkinkan juga jika aku kembali menulis cerpen dengan keadaan seperti itu.

Sebagai siasat agar tetap menulis, beberapa kawanku di Komunitas Pura-Pura Penyair, memberi saran dan 'memaksa' untuk tetap menulis, minimal puisi. Tidak perlu banyak, satu cukup tapi rutin. Haha. Aku mengelak dan mengatakan akan menulis setidaknya satu puisi dalam satu tahun. Haha, diketawain juga ini. Tapi memang benar, setiap tahun, alhamdulillah, selalu ada satu puisiku yang bisa kamu baca di akun Instagram @purapurapenyair.

Akhir Agustus 2021, aku melihat postingan dari akun Instagram Kemenparekraf RI tentang event Nulis dari Rumah. Tanpa pikir panjang, kubaca seluruh persyaratan terkait event tersebut dan segera menulis untuk kegiatan itu. Aku pikir, kegiatan ini akan berlaku seleksi. Ah benar saja, semua peserta yang mengirimkan karya berupa cerpen diseleksi! Event ini ternyata dimentori langsung sama penulis-penulis ternama Indonesia, tertulis di flyer saat itu ada Reda Gaudiamo, penulis novel Na Willa. Aku ingat, pernah dua kali bertemu beliau saat datang ke acara Patjar Merah di Kota Lama, Semarang pada Desember 2019 lalu. Untuk pertemuan kedua dengan beliau, Ibu Reda mengingat namaku. Haha, betapa senangnya! Batinku saat tahu ada NDR Kemenparekraf ini, aku langsung teringat momen itu, kapan lagi bisa bertemu dan belajar langsung dari sang penulis?! 

Puji syukur, alhamdulillah. Namaku ada di daftar tiga-puluh peserta yang lolos dan bisa mengikuti acara Nulis Dari Rumah. Acara ini diadakan selama tiga hari secara online. No problem! Aku masih bisa bertemu dengan beliau. Tak disangka, pemateri dari acara tersebut juga ada Ibu Okky Madasari, penulis novel Entrok, seri Mata. Haha, sungguh hal yang menakjubkan! Singkat cerita, tiga hari berlalu dan banyak sekali kejutan. Dari tiba-tiba Mbak W atau Windy Ariesanty menjadi pemandu acara, Mbak Riama seorang ilustrator buku anak, sekaligus menambah sudut pandangku tentang buku-buku gambar anak yang ternyata cukup rumit tapi mengesankan, Mbak Larasati yang ternyata sangat menginspirasi dengan karya buku anak dengan setting per-candi-an, dan tentu sewaktu penutupan bertemu dengan beberapa orang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI bagian MFA. Ah, aku masih membayangkan jika acara ini berlangsung secara offline~

Usai acara tersebut berakhir, seperti biasa, aku mengunggah video di Instastory dan menandai beberapa penulis panutan. Dan! Aku sangat terkesan dengan hal ini. Ibu Okky Madasari membalas storyku dan mengatakan, "Terus nulis, yaa." Aaakh! Betapa terkejutnya aku mendapati pesan tersebut. Ah, ini bukan hanya pesan, tetapi lebih dari itu. Sejak pesan hari itu, aku memutuskan untuk kembali menulis, setidaknya, aku tidak boleh berhenti untuk menulis, walaupun tidak secepat dulu.

September 2021 sudah membawaku pada perjalanan baru. Bagian-bagian dalam diriku yang sengaja kuistirahatkan ternyata dirindukan oleh diriku sendiri. Baiklah, mari kita coba lagi, terus, dan konsisten~

Terima kasih untuk orang-orang yang sudah terlibat, entah sadar atau tidak sadar dalam prosesku.

Komentar