Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

[CERPEN] HUJAN YANG MEMILIH JATUH DI MATA KAMI

Gambar
  Air hujan jatuh berdesakan, berdutun-duyun, dan bergerombol dari langit. Butirnya tak terhingga. Namun, memilih jatuh tepat di mata kami. *** Deg! Tiba-tiba ingatan itu kembali berputar. Tentang luka yang menjalar menjadi kesakitan bersama. Ingatan pahit yang tak ingin terulang lagi. Hujan di luar masih bertahan. Deras. Padahal dalam kalender klimatologi, bulan sudah memasuki musim kemarau. Ah, tidak, seharusnya kemarau sudah datang dua minggu yang lalu. Aku memilih berdiam di dalam rumah, mengurung diri di kamar, dan tak lupa untuk mengunci rapat-rapat. Bukan karena tidak ingin berbicara dengan orang lain, tetapi aku lakukan untuk menjaga diri; dari luka yang belum sembuh. Hujan masih bertahan, sedangkan dalam kepalaku masih riuh dengan perdebatan. Riuh sekali. Pembelaan atas diri yang tidak penting. Mereka saling berdesakan dan memarahiku. “Tidak! Aku tidak takut dengan hal itu!” elakku pada diri. Nahas, hujan di luar semakin deras, sederas pendapat dan pengelak...